Kalau gak salah, teman gw yang rajin pelesiran ini pernah menulis tentang kekesalan serupa, tapi sayang gw belum nemu postingannya. Yup, tentang ketidaktertiban penumpang pesawat akan himbauan dilarang melepas sabuk pengaman dan menyalakan handphone sebelum pesawat benar – benar berenti dan lampu tanda sabuk pengaman dimatikan. At least ini yang gw rasakan saat melakukan penerbangan yang isinya mayoritas orang Indonesia. Saat pesawat mendarat, langsung terdengar bunyi beratus-ratus ‘klik’ secara serempak tanda dilepaskannya sabuk pengaman. Ditambah juga dengan serangkaian bunyi nada dinyalakannya handphone, terutama bunyi Nokia yang begitu familiar dan sekarang bunyi BlackBerry. Ganggu banget.
Di penerbangan dari Bali kemaren, si pramugari sampai keliling buat mengingatkan penumpang untuk tetap mematikan handphone. Dan manusia sipit di sebelah gw yang sudah asik chatting dengan BBnya buru-buru ngumpetin (bukan matiin) BBnya, dan melanjutkan chatting setelah si pramugari lewat. Dan di sebelahnya, ibu2 sipit juga, tetep BB-an dengan semangat. Oh tolonglah, mbak pramugari udah menjelaskan juga kalau handphone menyala tentu saja akan mengganggu arus komunikasi si pilot dengan menara utama. Ah gw yakin kalau terjadi apa2, pasti duo manusia bodoh di sebelah gw ini akan meyalahkan maskapai, bukan diri mereka sendiri.
Mungkin di negara lain -yang agak bodoh- juga begitu ya? Tapi yang pasti, yang gw alami di negara lain ga pernah separah ini, hehehe.
