Selalu ada saja obrolan renungan di rumah kami. Weekend lalu, kami sempat membahas, bagaimana wanita Indonesia dengan tingkat pendidikan yang agak tinggi atau karir yang melejit pada umumnya malah akan mengalami kesulitan mendapat pasangan, karena pada posisi tersebut bisa dibilang terjadi peningkatan kualitas (ini diluar konteks jodoh di tangan Tuhan dan bukan benar atau salah, hanya pembicaraan ngalor – ngidul).
Tema pembicaraan itu kemudian mengingatkan gw dengan chat gw dengan seorang teman wanita yang membuat gw terangkat dan terjatuh dalam satu waktu. Teman ini bukanlah seorang teman dekat, dia adalah salah satu teman kuliah yang akan menikah bulan Desember ini. Perbincangan kami tak jauh dari tema ‘menikah’ dan ‘jodoh’. Di tengah – tengah obrolan, ada dong gw menyelipkan basa-basi (yang mungkin berhadiah) dengan bilang:
“Cariin lah jodoh buat saya…’”, dan langsung saja dijawab:
“Ah nyariin jodoh buat kamu mah susah, beban buat saya! Soalnya kamu high quality jomblo.”
Oke, sesaat gw lega, seorang wanita bilang kalau gw ‘high quality’ boooo *tertawa bangga karena habis dipuji*.
Kemudian, hanya selang beberapa detik, gw tersadar.. apakah maksudnya ‘high quality’ dengan tambahan kata2 ’susah’ dan ‘beban’ di awal kalimatnya? apakah gw akan susah dapet jodoh?!?! APAAA?!! APA MAKSUDNYA ITUUU?! (hahaha, mulai murka deh gw..)