Is your English beautiful?

February 19, 2009

Dalam mata kuliah desain produk komunikasi, gw sekelompok bersama seorang bocah walanda. Gw sebenernya pengen sekelompok sama bocah lain yang pernah kerja bareng sebelumnya (dan menghasilkan nilai yang sangat cemerlang hahaha). Tapi ya, bocah yang sekelompok dengan gw ini udah mengajak gw sekelompok sejak awal quarter dua dimana gw belum tau realitas (dan kualitas) dia. Gw udah berharap dia lupa kalau dia pernah ngajak sekelompok, ternyata dia tidak lupa, sial.

Hmm bukan kenapa – kenapa, masalahnya bahasa Inggris dia begitu tidak rupawan. Jadi apalah nanti jadinya jika bahasa inggris gw -yang kalo gw pinjem istilah Novi Jepun: “My English is not beautiful”- digabungkan dengan bahasa inggris dia yang setara bahkan cenderung di bawah gw (bukan sulap bukan sihir, kita ikut kelas bahasa Inggris bo, dia levelnya di bawah gw, haha). Mana mata kuliah ini membutuhkan usaha yang sangat besar, mendesign suatu produk disertai tetek bengek teori dan kawan – kawannya yang membutuhkan kecakapan dalam merangkai kata (dan nyap – nyap).

Akhirnya gw sempet bilang ke dia, gw pesimis akan sukses di mata kuliah ini. Terus gw bilang: kita  harus cari proof reader. Dia setuju. Dia bilang pamannya guru bahasa inggris (kenapa dia ga jago bahasa Inggris ya?).

Barusan saja gw menyelesaikan tahap pertama tugas kelompok ini, sedangkan bagian dia sudah diselesaikan kemarin. Cekatan juga bocah ini. Akhirnya gw membaca bagian yang dia buat. Gw pun berubah menjadi guru bahasa Inggris, mengkoreksi kalimat demi kalimat. Sungguh tidak rupawan bahasa Inggrisnya. Damn. Gw memang banyak salah dalam merangkai sebuah tulisan bahasa inggris sosial, tapi dia…. dia menggunakan bahasa percakapan dalam tulisan… Lemas.

Hahaha, tertawa miris. Gw pasrah aja deh. Toh gw juga jadi terpaksa belajar dan lebih berkontribusi untuk sebuah tugas kelompok (huhu menghibur diri). Huh, mana masih banyak tugas mata kuliah lain yang berkelompok. Dan sialnya, pilihan partner di kelas gw cuma sedikit.. secara kami cuma ber-6 sampai ber-8 sekelas. Dikurangi teman sesama internasional yang sama – sama menghindari untuk bekerja bersama.

Yasudahlah.. untuk mata kuliah yang satu ini gw suka meyakini hati gw berdasarkan teori matematika: dimana negatif dikali digatif hasilnya akan positif. Eh tapi, kalo negatif tambah negatif hasilnya tetep negatif ya? kekekkeek..

3 Responses to “Is your English beautiful?”

  1. Riris Says:

    hohoho..tumben bocah walanda bahasa inggrisnya kacau beliau..dikelas gw mereka seperti superduper fasih gtu..

    yah lumayan lah mel, kapan lagi lo merasa superior (dlm hal bahasa) dibanding mereka…hihihi

    semangat!!

  2. Anggi-Fakar Says:

    Berarti melanotmeli emang superior englishnya! harus berbangga mel.. :)

    btw Mel, knapa teman2 internasional menghindari untuk bekerja sama?

  3. mela Says:

    riris & anggi: iya euy, kapan lagi ya gw jadi superior kekekkeke..
    di kelas gw cuma ber-2 anak internationalnya, satu gw dan satu org cina, kita saling menghindari karena ga bisa nyambung, sebenernya dia sih yang kasian, ga nyambung ke mana2, barier bahasa, heee jadi curhat.


Leave a Reply