Gw ga pernah ngira sebelumnya kalau pepatah itu bisa bener – bener terjadi. Setibanya di Eindhoven, gw dan Novi merenungi pepatah jaman doeloe ini.
Tanggal 23 Desember, gw dan 2 kawan seperjuangan memulai petualangan singkat ke Itali. Tujuan utama: Roma. Tiket pesawat gw: Eindhoven – Pisa PP. Rencananya begitu sampai Pisa, gw naik akan kereta sekitar 4 jam menuju Roma.
Waktu pergi bersepeda ke stasiun Delft sih semua nampak normal, kecuali ada tiga beruang melakukan atraksi membawa koper di atas sepeda. Begitu kereta sampai Eindhoven, barulah keliatan kalau kabut pagi itu lebih tebal dari biasa. Dua penerbangan sebelum gw, di-cancel. Tentu saja penerbangan gw ikut di-cancel dong. Kita dapet pilihan: terbang ke Roma langsung siang itu dari Eindhoven -yang ternyata sudah penuh-, ke Milan siang itu juga -tapi ga kita pilih karena Milan – Roma jauh banget, atau langsung ke Roma sore itu dari bandara lain di kota bernama Weeze. Kita pilih yang terakhir, setelah berhasil diyakinkan oleh si mbak tukang booking kalau bandara itu terletak sangat dekat, cuma 1 jam dari Eindhoven dan tentu saja karena memang tujuan kita si Roma irama.
Ternyata bandara lain itu terletak di Jerman saja, jadi gw harus berganti 5 kali kereta dan 1 bus sebelum sampai bandara itu. Sempet pula ada kecelakaan kereta dan gw harus memilih rute memutar. Oya, sekarang kita jadi ber-4, karena ketemu satu cewe Uzbekistan dengan nasib serupa. Gw deg-degan abis, takut ketinggalan pesawat dan semua tampak baru buat gw, serasa ikut Amazing Race (ada gaya lari – lari dan bingung sambil komat – kamit baca doa). Tapi lega, karena akhirnya nyampe di bandara yang nun jauh di mato itu, tapi kabut masih juga tebel. Haaah, pasrah! setelah sebelumnya dapet kabar kalau penerbangan siang ke Roma dan Milan dari Eindhoven juga akhirnya batal.
Bener aja, penerbangan sore itu ditunda aja gitu. Aduh, panik. Kalau di-cancel lagi ga tau mau gimana. Tapi syukur, alhamdulillah, gw tetep terbang ke Roma. Daaaannn.. jeng jeng… sampailah gw di kota Roma, dimana gw mengalami berbagai macam petualangan sial seru lainnya. Ehehehhe.. gw percaya, memang banyak jalan menuju Roma..

Aaahh.. gw suka banget liburan ini!

