Archive for September, 2008

Idul Fitri

September 30, 2008

Minal aidzin wal faidzin

maafkan lahir dan batin yaa..

*ralat ah, gw jadinya lebaran tgl 30 ni, ahahaha.. soalnya di kota gw tinggal sekarang, lebarannya hari ini :P pemerintah Indonesia kejauhan sih posisinya, hehe.

Lebaran Pemerintah

September 29, 2008

Jadwal lebaran yang beda – beda kadang bikin bingung. Menurut gw sih sah – sah aja ikut yang mana pun, asal sesuai dengan keyakinan. Lebaran kali ini juga gw dihadapkan pada dua pilihan. Saudi sudah mengumumkan, 30 September. Tapi KBRI sudah menetapkan juga dari jauh – jauh hari, 1 Oktober. Tiap orang punya hak memilih dengan alasan masing – masing. Kalau gw, lebih memilih KBRI. Hmmmh alesannya karena sejak dulu gw memang ikut Islam Pemerintah.. ikutan bokap dong, bokap gw kan PNS, hehe.

Uang Negara

September 26, 2008

Sekarang, setiap gw mau pake uang gw buat ngapa – ngapain (catet: belanja) pasti ada aja peringatan – peringatan dari sekitar dan kadang dari hati nurani:

“Mel, uang yang lo pake adalah uang negara.. keringat petani.. ingeeet..”

Semakin berat rasanya beban hidup ini.

Sunda Influenced

September 20, 2008

Gw memang sunda asli, tapi kadang gw ngerasa ga terlalu sunda kalau gw ada di Bandung. Begitu keluar wilayah dikit, semua orang komentarnya sama:

“Sunda banget sih lo!”

Padahal pronouncation bahasa Indonesia gw baik – baik aja, ga ada tukar – menukar F/V dengan P. Katanya nada bicara gw yang memang ketara banget.

Gw berangkat kesini bersama dengan beberapa manusia jebolan itb berdomisili non-Bandung, kami disini hidup bertetangga. Mereka adalah orang – orang yang sangat menyadari ke-Sundaan gw. Setiap ngobrol bareng gw, logat mereka jadi ikutan gw, sambil ngomong – ngomong beberapa kata bahasa Sunda yang mereka inget dari jaman s1 dulu. Yang paling parah adalah Novi, dia kesini malah jadi jago bahasa Sunda, bukan bahasa sini.

Tadi gw ketemu salah seorang mahasiswa Indonesia yang baru saja lulus. Kita ngobrol – ngobol cukup lama sambil nunggu Novi datang. Ternyata temen baru gw itu s1nya dulu di jatinightmare, walau aslinya dari Sumatera. Begitu Novi datang, kenalan dan ngobrolah mereka. Gw ga merhatiin sih mereka ngomongin apa, sampai Novi bilang ke temen gw itu:

“Ko lu Sunda gini sih?”

Wahaha.. ternyata gw dapat menularkan ke-Sundaan gw dengan mudahnya kepada orang lain hanya dengan sekedar ngobrol – ngobrol. Fantastis!

Break

September 18, 2008

Kebudayaan baru yang gw pelajari disini adalah kebiasaan -yang sudah membudaya- untuk break atau istirahat di tengah kuliah. Semua dosen memberlakukan hal yang sama, setelah 45 menit atau 1 jam kuliah, maka harus break. Untuk sekedar minum kopi atau ke toilet (jadi ga ada yang keluar kelas saat kelas berlangsung). Jadi kalau ada kelas 4 jam berturut – turut, breaknya bisa 3 kali. Tapi itulah yang bikin efektif. Seperti banyak dibililang, bahwa manusia akan fokus pada satu topik maksimum untuk 45 menit saja. Kalau ga ada break, ya masuk telinga kiri – keluar telinga kanan. Kebiasaan ini sempet dibahas waktu ngobrol bareng dosen dan beberapa teman, mereka kira di semua negara sama, pasti ada break seperti itu. Hehe, sayangnya di tempat kuliah saya dulu mah ga biasa. Sepertinya harus dicontoh.

Pepaya

September 14, 2008

Gw suka pepaya, suka banget. Beberapa bulan terakhir, setiap hari gw makan pepaya. Kata nyokap, kayak melihara burung beo di rumah, karena harus selalu sedia pepaya.
Asisten nyokap sampai merasa khawatir begitu tau kalau gw bakalan pergi sekolah, dia sampai nanya ke nyokap mengenai ketersediaan buah favorit gw itu nantinya. Si mama pun meyakinkan kami semua kalau buah ini akan sangat mudah ditemui.
Begitu sampai, hal yang pertama gw cari di C1000 (supermarket sejuta umat disini) adalah buah pepaya. Ngga ada. Hampir semua jenis supermarket gw jelajah dan tetep ngga pernah nemu. Dua hari yang lalu, gw ga sengaja ikut temen ke salah satu toko asia. Gw menemukan sebongkah pepaya! Gw pun ga perlu cari tau berapa harganya, gw terlampau senang. Begitu ditimbang, pepaya berukuran minimalis itu ditempel label harga: 6.34 Euro. Wahaha, lebih dari 10 kali harga di Indonesia. Bahkan bisa dapet ber-kilogram-kilogram apel.
Yah, harus mulai menabung untuk pepaya deh.