Do you have a … ?

January 24, 2012

Pertanyaan mengenai status relationship seseorang adalah wajar, bukan begitu?

Disini, karena bertanya dengan bahasa Inggris (atau Dutch), pertanyaan kepada wanita akan menjadi seperti ini:

“Do you have a boyfriend?”

Tapi pertanyaan tidak akan berhenti disitu, terutama jika saat itu kita menjawab “No” atau menunjukkan muka tidak yakin apakah kita harus memberi tahu atau tidak (atau tidak yakin apakah ‘seseorang’ itu adalah pacar atau bukan #eaaa).

Jadi secara lengkap, percakapannya akan menjadi seperti ini:

A: “Do you have a boyfriend?”

B: “No” ATAU “Hmmm…” (dengan muka penjawab agak tidak yakin)

A: “Or girlfriend?” (dengan muka penanya biasa – biasa saja tanpa expresi aneh)

Betul sekali, pertanyaan “Do you have a boyfriend or maybe a girlfriend?” bukanlah hal yang aneh. So, don’t be surprised.


Akhir Tahunan

December 31, 2011

Hari ini hari terakhir 2011 dan akan gw rayakan di Amsterdam. Tahun depan? Belum tentu. Jadi mari kita senang2 sekarang (pembenaran).

Resolusi utama 2011 yang tercapai: dapet kerja! Best of 2011? Terlalu banyak! Worst of 2011? Well, sampai susah diingat, kalaupun ada, gw anggap sebagai resiko hidup.

Selamat tutup tahun dan selamat tahun baru 2012. Semoga semua resolusi2nya tercapai :)


Kumaha Damang

November 6, 2011

Ini cerita dari bulan lalu…

Gw kedatangan sahabat SMA dari Madrid. Dia, si gaul sedunia (literally), memperkenalkan gw kepada teman-temannya di Belanda.

Pada suatu Sabtu, kita pergi berkelana bertemu banyak teman – temannya. Pertama, kita berkunjung ke satu kawanan (emangnya gajah?) yang tanpa disengaja sepasang dari mereka sangat kental hubungannya dengan Indonesia. Yang satu, lelaki Belanda, sudah belasan kali berkunjung ke negara kita tercinta karena pekerjaan bapaknya yang berhubungan dengan orang utan. Pacarnya, wanita Belanda asli Indonesia (bingung kan tuh?). So, we’re very click each other. Fun, mereka mengerti bahasa kita, walau cuma sedikit – sedikit.

Malemnya, kita pergi ke sebuah party (dengan house music *tepok jidat), demi ketemu kawanan lainnya. Disini juga kita bertemu banyak sekali orang Belanda (asli maupun campuran) yang berbahasa Indonesia atau punya suatu hubungan dengan Indonesia. Minimal pernah di Indonesia 6 bulan sampai 1 tahun. Kagum. Mereka dengan suksesnya membuat gw terkesima dengan kemampuan bahasa Indonesia mereka.

Kalau kenalan, pasti mereka akan bertanya:

“Dari mana Indonesia-nya?”

Satu kali, gw jawab:

“Bandung.”

Satu laki – laki indo-campuran, bilang:

“Oo Bandung… Sundanese? Kumaha, damang?”

Terkesima.

“My Grandmother is Sundanese, she’s from Limbangan.”

LOL. Exactly the same with my grandmother.

Di akhir – akhir acara, kita masih juga kenalan dengan banyak orang. Bahasa yang dipakai sudah campur aduk: Inggris, Belanda, Indonesia. Sampai bingung sendiri harus ngomong bahasa apa sama orang yang mana. Gila.

Waktu kenalan sama salah satu lelaki super indo berbahasa Indonesia super kaku, dia juga nanya gw berasal dari mana. Saat dia tau gw dari Bandung, kata – kata andalan kembali terdengar malam itu:

“Kumaha damang?”

Kali ini bapaknya berasal dari GARUT. Yeah, bapak saya juga ASGAR! Hahaha.

(Oke, hari itu gw merasa sungguh takjub. Padahal cuma satu hari full gw menemani temen gw itu ketemu temen – temennya. Besoknya cuma sempet ketemu 2 orang lain, yang serunya: mereka pernah tinggal di Bandung!)


September update

September 20, 2011

1. I got a new big, strategic and beautiful apartment in the central of Amsterdam. So I moved again (for the XX times in 3 years).

2. My parents visited me and we had a nice holiday.

3. Lost my phone which means I have to get a new one! ;)

4. Just started my Dutch course again with new fun classmates!!

5. Got a cat (my new apartment is inclusive the gas, electricity, water, and cat).

6. Got many things done at work (wohoo).

7. Got many changes inside, more motivation and stuffs… thanks to my coach.

8. Many things to say but I couldn’t write them down!


Teman serumah

August 4, 2011

Beberapa hari yang lalu, salah satu temennya housemate yang Belanda berkunjung ke rumah. Kita belum pernah ketemu sebelumnya, padahal udah ampir 5 bulan gw tinggal di apartment ini. Waktu lagi ngobrol – ngobrol, gw cerita tentang rencana pindah dari rumah ini. Lalu si hosmet bilang ke temennya (gw terjemahkan secara bebas, in case dia baca blog gw haha):

“Gw sedih dan marah waktu dia bilang dia bakal pindah dari rumah ini. Hari itu gw mengurung diri di kamar, nangis semaleman”

Dia bilang itu pake adegan reka ulang sambil banting pintu, which is tentu saja hanya sebuah becandaan.

Waktu kita lagi ketawa – ketawa, dengan serius dia bilang:

“Keliatannya gw bikin ini sebagai lelucon… Tapi sejujurnya gw sangat sedih karena lo pindah dari sini”

Honestly, gw ga pernah merasa sedih buat ninggalin rumah ini sampe dia bilang gitu. Hmmm…


Brains and Looks

July 29, 2011

I’ve got the brain, you’ve got the looks. Let’s make lot of money. (Pet Shop Boys)

Recognize the lyrics? Gw jadi inget pembahasan tentang ini sama si mas belanda-perancis jaman gw kuliah di TU dulu. He has the brain (well, he said that proudly, but I can see…), and he has a quite OK LOOK ;)

Berikut summary tentang topik tersebut yang mungkin ga berhubungan satu sama lain:

  • Sepertinya kalau mau dapet dua hal tersebut dari satu orang akan susah, bukan begitu? Atau kalau seseorang punya keduanya, jangan lupa hal ketiga: behavior. Udah mengalami dong ketemu orang seperti itu tapi kelakuannya minus? (sombong, etc… yah kebayang lah, udh ganteng, pinter, ya masa ga sombong? :P ).
  • Sebenernya orang pinter, di mata gw, akan jadi punya look. As long as ga berkelakuan minus. Kalau punya look tapi agak – agak ga pinter…. hmmmm… kalau gantengnya selangit, akan gw lupakan kalau dia ga pinter (haha, kidding…)
  • Faktor tambahan: STYLE! Kalau punya brain dan look, tapi ga punya style? Lupakan!
  • Yang ini yang paling bahaya: ga punya look, ga punya brain, dan ga punya behaviour… kayak salah 1 orang IT di kantor gw. Eh mungkin dia punya sedikit brain and style sih, tapi langsung minus begitu tau kalau lelaki ini judesnya setengah mati.

Kalau tentang gw… cuma orang lain yang bisa menilai. Sebagai gambaran, gw  pernah menawarkan bantuan ke temen gw yang lagi menyelesaikan thesisnya. Gw bilang, kalau dia mau bantuan diskusi atau me-review thesisnya, gw bisa bantu. Trus dia jawab, kalau dia hanya butuh bantuan motivasi dari gw. Ok, fair enough. Beberapa hari lalu gw tanya lagi, dan dia jawab:

“Please help me!! I need your advise for the thesis presentation outfit!”

Pertama, gw sih seneng, ga usah me-review thesis. Kedua, maybe I’ve got the STYLE (ga bermaksud sok stylish, gw ngerasa gw biasa2 aja, tapi ini berdasarkan pengalaman karena di-copy cat beberapa kali -entah mengapa, tp silakan baca postingan tahun lalu.. dan kejadian lagi, oh wow…). Ketiga, karena gw merasa gw gak punya LOOK (face), jadi gw akan skip bagian ini. Keempat, yang paling penting, I feel that I have no BRAIN!!!!!!!!

Makasih loh (pundung).


Amazing July 2011

July 24, 2011

I’m getting old this month, for sure. Wiser, hopefully.

Bulan ini penuh kejutan dan kebahagiaan. Dapet: perpanjangan untuk beberapa bulan kedepan, apartment baru, kabar baik dari orang tua, lingkaran pertemanan baru, lebih banyak perhatian dan kasih sayang, cihuy!

:*


Be Positive!

June 27, 2011

Gak nyangka kalau gw akan merasakan sibuknya kerja tanpa mengeluh. Kayaknya dulu banyak banget ya orang – orang di sekitar gw (termasuk gw) yang rajin banget mengeluh masalah kerjaan.

Gw percaya, kalau pikiran positif bisa mempengaruhi mood, semangat bekerja, dan hasil yang dicapai (motivator mode on). Walau kadang ada cerita – cerita negatif mengenai kerjaan atau atasan gw, gw berusaha mencari segi positifnya dan tetap kuat iman supaya ga kemakan omongan orang. Sebenernya gw tipe manusia yang mudah sekali dipengaruhi (untungnya, mudah juga mempengauhi orang lain haha).

Seminggu yang lalu, trainer gw di kantor bilang:

“I see happiness in you. You enjoy your life and you are happy with it. It’s always good to have happy people around!”

(BLUSH)

Hebat sekali dia, menambah motivasi gw untuk tetap positif!


(S)*X-PAT

May 8, 2011

Pertanyaan yang sering sekali diajukan ke gw salah satunya adalah pertanyaan mengenai alasan mengapa gw bisa berada dan bekerja disini.

Kebanyakan dari orang2 internasional (terutama kaum wanita) yang kerja disini mempunyai alasan seperti:

- punya suami/ pacar penduduk lokal

- ikut suami/ pacar yang dapet kerjaan di negara ini

Banyak sekali yang mengira kalau alasan gw berada disini dikarenakan kedua hal di atas. Ketika salah satu temen (yang kebetulan kerja disini karena opsi kedua) bertanya, gw menjelaskan alesan kenapa gw ada disini (yang tentu saja bukan kedua alasan tersebut). Komentar dia:

“Oh, so you’re not a s*xpat!”

Yes, besides expat, people also use that word untuk orang – orang yang kerja di sini karena pengaruh pasangan. Lucu juga. Kalau istilah buat orang – orang yang dapet kerja disini trus malah dapet pasangan, apa dong ya? Eh.


Adaptasi

April 24, 2011

2 minggu sudah gw resmi jadi Amsterdamer.

Kehilangan Delft? SANGAT. Walau Delft kota kecil, tapi suasananya sungguh Belanda. Tambah betah juga karena lingkungan kampus dan sangat internasional. Bisa ngeceng (mas2 atau pun brondi2) dari seluruh penjuru dunia (terutama karena delft = universitas teknik = jumlah pria (songong) mendominasi jumlah wanita) –> keluar dari topik.

Yang gw kangenin adalah simpelnya hidup di kota kecil. Hidup hanya mengandalkan sepeda kemanapun gw pergi. Kalau sepeda rusak, ya jalan.. walau agak jauh (eh ini ga simpel ya?). Perasaan aman, pulang jam 2 atau jam 4 pagi juga ga pernah kuatir. Juga pemenuhan kebutuhan perbelanjaan yang dipenuhi di satu ‘centrum’ kecil.

Butuh lebih banyak pertokoan dan ‘retail therapy’? tinggal naik sepeda, lanjut kereta, 15 – 20 menit, sampailah di Den Haag, atau Rotterdam. Butuh lebih banyak hiburan atau mau G4UL? Kota yang kedua itu terkenal akan hiburannya, atau bisa menuju Leiden yang bisa ditempuh hanya dengan 30 menit. Strategis. Itu kata yang tepat buat kota kecil tempat gw sekolah ini.

Sebenernya yang paling berat buat gw saat ini adalah faktor pertemanan. Secara semua temen deket gw ya hampir semuanya di Delft. Walau perlahan mereka akan juga menyebar keluar kota itu, atau gw ga setiap hari ketemu, tapi perasaannya beda aja.

Sepasang sahabat terdeket gw yang bukan orang indo pun tinggal di Delft. Hari gw pindah, pasangan ini bantuin gw pindahan. Malemnya, gw yang merasa bodoh karena merasa mellow mendapat telepon dari sahabat gw ini. Ternyata dia merasakan hal yang sama. Kita tau, akan susah banget sekarang kalau mau bikin acara malem dadakan, walau cuma sekedar curcol pulang kantor. Damn, semakin membuat gw tambah sedih.

Seminggu pertama, gw masih belum bisa adaptasi. Weekend pertama pun gw MUDIK. Saat minggu kedua gw dapet ajakan buat merayakan ester bersama di desa, gw mikir 10 kali, karena gw ga mau membiasakan diri gw pergi ke sana tiap minggu. Tapi tetep aja, hari Sabtu maupun hari Minggu, gw pergi ke daerah selatan sama genggong Delft juga. Yah, sukses ga mudik sih, tapi malemnya malah ngerasa nyesel, pengen menghabiskan waktu disana.

Hmmm gw kira minggu kedua ini akan lebih mudah, secara gw udah ikut pergi2 sama temen kantor, housemate, maupun menerima ajakan tetangga. Tapi ternyata masih belum cukup membuat gw ngerasa betah.

Apakah ini masalah umur? Maksudnya, sekarang ini gw sedang dalam fase ‘malasmencaritemanbarukarenatidakgampangmenemukanyangcocok’. Yes, gw anggap ini adalah another tantangan hidup. Ini kan yang gw mau? Hidup yang dinamis dan menantang? :)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.